Pilih Bahasa
UNISA_Logo-02-removebg-preview
DAFTAR PMB
Menemukan Ketenangan dalam Lelah: Spiritualitas Perawat dalam Perspektif Islami

Ditulis oleh:
Inggriane Puspita Dewi, S.Kep., Ners., M.Kep
(Dosen Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners - Fakultas Ilmu Kesehatan)

Lelah itu nyata, ada saatnya tubuh ingin rebah dan mata terpejam, namun panggilan pasien selalu terdengar lebih nyaring daripada bisikan kantuk.

Ada pula saat ketika hati ingin menyerah menyaksikan perjuangan pasien yang berakhir pilu namun janji suci pada profesi kembali menguatkan.
Menjadi perawat bukan sekadar memenuhi harapan orang lain, tetapi tentang menjalankan amanah kemanusiaan dengan sepenuh keikhlasan.

Di tengah kelelahan dan ujian itu, ada keyakinan yang senantiasa menjaga langkah tetap teguh: janji Allah SWT. Setiap tetes keringat yang jatuh, setiap malam yang dihabiskan untuk berjaga, dan setiap sentuhan lembut yang diberikan kepada pasien, semuanya tercatat di sisi-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: “Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim) Dan dalam hadis lain disebutkan: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara itqan (profesional).” (HR. Thabrani)

Maka, seorang perawat yang dicintai dan didoakan oleh pasiennya karena kebaikan dan ketulusannya sejatinya sedang merasakan buah dari cinta Allah. Cinta manusia hanyalah refleksi dari cinta Ilahi yang terpantul melalui amal dan pelayanan yang tulus.

Cukuplah Allah Ta‘ala sang pemberi Rezeki, menjadi saksi atas setiap langkah, lelah, dan doa yang terucap dalam diam. Semoga setiap lelah menjadi berkah, dan setiap pelayanan menjadi ladang pahala. Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb.