Pilih Bahasa
UNISA_Logo-02-removebg-preview
DAFTAR PMB
Forum Rektor PTMA 2026 Dorong Sinergi Pendidikan, Industri, dan Teknologi

(BANDUNG,UNISA-BANDUNG.AC.ID) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang diselenggarakan pada 18–19 Mei 2026 di Hotel Trambessi, Tangerang Selatan, menjadi ruang strategis bagi para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam merumuskan arah baru pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. 

Forum ini tidak hanya membahas isu akademik, tetapi juga menyoroti penguatan ekosistem pendidikan yang terhubung dengan industri, teknologi, inovasi, serta penguatan ekonomi umat. Dalam forum tersebut, pembukaan yang disampaikan Prof. Bambang Setiaji menekankan pentingnya membangun ekonomi berkelanjutan di lingkungan PTMA melalui pemanfaatan sumber daya, teknologi, dan potensi yang dimiliki kampus. 

PTMA didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat perubahan, tetapi mampu hadir sebagai pelaku utama dalam pengembangan pendidikan, inovasi, dan ekosistem ekonomi. Arah tersebut turut diperkuat oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menegaskan pentingnya membangun sinergi seluruh unsur persyarikatan sebagai satu sistem besar yang saling menguatkan. 

Menurutnya, perguruan tinggi, amal usaha, ekonomi umat, teknologi, hingga gerakan sosial Muhammadiyah perlu berjalan dalam satu arus besar untuk membangun peradaban modern yang berkemajuan. 

Rektor Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Prof. Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed menyampaikan bahwa Forum Rektor PTMA tahun ini menunjukkan perubahan cara pandang perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan tinggi tidak lagi diposisikan hanya sebagai ruang akademik, melainkan sebagai pusat pengembangan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. 

“Forum ini memperlihatkan bahwa PTMA sedang bergerak menuju arah baru. Pendidikan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan ekonomi, teknologi, industri, dan penguatan umat. Ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk membangun ekosistem yang lebih adaptif dan berdampak,” ujarnya, Senin (19/05/2026). 

Suasana forum semakin dinamis saat laporan Ketua Forum Rektor PTMA, Prof. Ma’mun, memaparkan berbagai peluang strategis yang dapat dikembangkan oleh PTMA. Sejumlah potensi kolaborasi turut dibahas, mulai dari model pembelajaran berbasis open learning, investasi sektor produktif, program penguatan pendidikan manajemen, hingga pengembangan kendaraan listrik di lingkungan PTMA. 

Selain agenda formal, Forum Rektor PTMA juga menghadirkan ruang diskusi yang lebih cair melalui konsep healing, hearing, dan empowering antar rektor. Berbagai pembahasan strategis terkait dinamika PTMA, penguatan kontribusi menuju Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan, hingga penguatan jejaring antar wilayah turut menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut. 

Prof. Dr. Sitti Syabariyah menilai, forum ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk memperkuat arah gerak PTMA dalam menghadapi perubahan global sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah bagi masyarakat. 

“PTMA memiliki potensi besar untuk menjadi pusat lahirnya inovasi, penguatan ekonomi umat, serta pembangunan peradaban. Melalui kolaborasi dan arah gerak bersama, perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masa depan bangsa,” ungkapnya, Senin (19/05/2026). 

Forum Rektor PTMA 2026 menjadi gambaran bahwa pendidikan tinggi Muhammadiyah tengah memasuki fase baru, di mana kampus tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya inovasi, kolaborasi, dan penguatan peradaban yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. (*)