(BANDUNG, UNISA-BANDUNG.AC.ID) Dalam upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandung menggelar penyuluhan bertajuk “Pendekatan Resource-Based View (RBV) untuk Meningkatkan Transformasi Digital UMKM” yang dilaksanakan pada tanggal (08/07/2024) lalu
Kegiatan yang dihadiri oleh 20 pelaku UMKM ini bertujuan memperkuat pemanfaatan sumber daya internal mereka untuk mempercepat adopsi teknologi digital.
Ketua Tim Hibah UNISA Bandung, Maisa Azizah Asmara, S.E., M.M menjelaskan bahwa pendekatan RBV berfokus pada pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh UMKM, seperti keterampilan, pengetahuan, dan aset teknologi yang ada, untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
“Dalam transformasi digital, UMKM tidak harus selalu bergantung pada sumber daya eksternal. Sumber daya yang dimiliki secara internal, jika dikelola dengan tepat, dapat menjadi pendorong utama untuk sukses di era digital,” ujar Maisa.
Penyuluhan ini menyoroti pentingnya memetakan dan mengoptimalkan potensi internal, mulai dari sumber daya manusia hingga teknologi yang ada. Dengan memahami pendekatan RBV, pelaku UMKM didorong untuk fokus pada pengembangan kemampuan inti (core competencies) yang dapat membedakan mereka dari pesaing.
Selain itu, sesi transformasi digital yang dipandu oleh Fitri Novilia, S.Pd., M.M. yang merupakan seorang womenpreneur dari Brand Fabolous Grosir, memberikan pelatihan teknis mengenai bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi yang telah mereka miliki secara lebih efektif, seperti penggunaan platform e-commerce, digital marketing, dan manajemen operasional berbasis digital.
"Dengan memanfaatkan sumber daya secara strategis, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pasar tanpa harus menambah investasi besar pada teknologi baru," jelas Fitri Novilia.
Kadin Kota Bandung, melalui Bapak Ridwan Kurniawan, menyambut baik inisiatif ini sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM di Kota Bandung.
“Kolaborasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis untuk pengembangan bisnis, tetapi juga memperkuat kapasitas internal UMKM sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM, terutama dalam menciptakan keunggulan kompetitif berbasis sumber daya yang mereka miliki. Tim Hibah UNISA bersama Kadin Kota Bandung akan terus melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa transformasi digital yang diupayakan oleh UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan dan efektif.
Dengan adanya penyuluhan ini, UMKM di Bandung diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang lebih mandiri dan inovatif dalam menghadapi persaingan global.
