Pilih Bahasa
UNISA_Logo-02-removebg-preview
DAFTAR PMB
Menjaga Nyala Nilai dalam Mars Universitas ‘Aisyiyah Bandung

 

ditulis oleh :
Dr. Angga Wilandika, S.Kep., Ners., M.Kep

(Dosen Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners)


Mars Universitas ‘Aisyiyah Bandung
Padamu universitasku dengan Ridha-Nya, mengabdikan baktiku
Menjunjung tinggi tekad dan cita tuk meningkatkan kualitas bangsa


Menapaki jalan dakwah dengan berakhlakhul karimah
Mengembangkan pengetahuan wujud pribadi berintelektual
Inilah almamaterku Universitas ‘Aisyiyah Bandung
Melahirkan sang pejuang untuk Islam berkemajuan



Setiap kali Mars Universitas ‘Aisyiyah Bandung dilantunkan, ada sesuatu yang bergetar halus di dalam dada. Lagu ini tidak sekadar menjadi pengiring acara-acara akademik, melainkan gema dari sebuah janji batin. Di bawah ridha Allah, kita semua terpanggil untuk mengabdikan diri kepada ilmu dan kemaslahatan umat. Mars ini bukan hanya puisi tentang cinta kepada almamater, tetapi juga refleksi tentang makna keberadaan kita di ruang akademik yang bernafaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.


Lirik pertama, “Padamu universitasku dengan Ridha-Nya, mengabdikan baktiku,” menghadirkan kesadaran spiritual yang dalam. Setiap aktivitas akademik, mulai dari mengajar, meneliti, hingga melayani mahasiswa, bukan sekadar rutinitas administratif. Semua itu merupakan bentuk ibadah yang menuntut keikhlasan dan tanggung jawab. Ketika sebuah universitas menapaki langkahnya dengan ridha Allah, maka setiap upaya untuk meningkatkan kualitas bangsa menjadi bagian dari dakwah ilmiah yang hidup dalam tindakan nyata.


Kalimat berikutnya, “Menapaki jalan dakwah dengan berakhlakhul karimah,” mengingatkan kita bahwa dalam dunia akademik yang semakin kompetitif, nilai akhlak harus tetap menjadi kompas. Dakwah bukan hanya serangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga cara kita menjalani profesi. Ia terwujud dalam cara dosen membimbing mahasiswa, cara pimpinan bersikap kepada bawahan, dan cara kita melayani sesama dengan tulus. Akhlakul karimah adalah wajah sejati dari universitas Islami, lembut dalam tutur, tegas dalam prinsip, jujur dalam amanah, dan adil dalam kebijakan.


Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat good university governance, yaitu tata kelola universitas yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan pelayanan berbasis mutu. Universitas yang berakhlak mulia akan menanamkan nilai-nilai itu dalam setiap kebijakannya. Proses akademik menjadi lebih manusiawi, sistem administrasi berjalan dengan jujur, dan keputusan diambil dengan mempertimbangkan kebaikan bersama. Ketika tata kelola dan niat yang tulus berjalan beriringan, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya. Dari kepercayaan itulah lahir kecintaan terhadap institusi.


Lirik “Mengembangkan pengetahuan wujud pribadi berintelektual” mengandung makna mendalam bahwa setiap sivitas akademika harus terus belajar dan berkembang. Menjadi universitas Islami bukan berarti menutup diri dari kemajuan zaman, melainkan membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global dengan landasan nilai spiritual yang kokoh. Intelektualitas sejati lahir dari keseimbangan antara ketajaman akal dan kejernihan hati. Di sinilah Universitas ‘Aisyiyah Bandung menapaki visinya, yaitu menjadi Universitas Islami dan Terkemuka di Bidang IPTEKS tingkat internasional pada tahun 2045. Reputasi akademik akan tumbuh ketika nilai dan budaya kerja yang berakar pada keikhlasan dan profesionalisme terus dijaga.


Bagian akhir Mars ini menutup dengan pesan yang kuat, “Inilah almamaterku Universitas ‘Aisyiyah Bandung, melahirkan sang pejuang untuk Islam berkemajuan.” Kalimat ini bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi doa dan tekad agar universitas ini terus melahirkan generasi yang cerdas, berjiwa dakwah, dan berkomitmen terhadap kemajuan umat. Generasi yang berpikir kritis tanpa kehilangan kelembutan iman, serta berani berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual.


Cinta kepada almamater bukan hanya ungkapan perasaan, melainkan wujud tanggung jawab moral. Ia tampak dalam kesungguhan menjaga mutu layanan, menumbuhkan budaya akademik yang sehat, dan menanamkan keikhlasan dalam setiap pekerjaan. Ketika seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga pimpinan, bekerja dengan semangat yang sama, maka universitas ini tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan ruang bagi tumbuhnya peradaban Islam yang mencerahkan.

Mars Universitas ‘Aisyiyah Bandung adalah cermin bagi kita semua. Ia memantulkan sejauh mana kita memahami makna dakwah dalam kerja ilmiah, serta bagaimana kita mengabdi dengan ridha-Nya. Kualitas bangsa tidak lahir dari kecerdasan semata, tetapi dari hati yang tulus dan tangan yang jujur.


Selama Mars ini terus dinyanyikan di ruang-ruang kampus, semoga semangatnya tetap hidup dalam setiap langkah sivitas akademika. Semoga ia menjadi cahaya nilai yang menuntun kita menjaga integritas, meningkatkan mutu, dan memperkuat tata kelola universitas agar benar-benar menjadi rumah bagi Islam yang berkemajuan dan ilmu yang menebar kemaslahatan.